Jangan berpikir ia akan datng ketika mimpi mulai kita semai
Setiap ladang yang menjanjikan tanaman tumbuh dan bebunga
Adalah proses pengolahan yang menjadikannya nilai
Bermimpilah agar dia tumbuh menjadi tunas
Lalu ketika dia telah menjadi tunas
Bermimpilah untuk menjadikannya lebih banyak akar dan daun
Dia tidak pernah menjanjikan apa2 tentang bunga ataupun buah
Dan ketika kita menuduhnya dengan kalimat
Kalian harus berbuah!!
Maka kita harus tau
Dia bisa busuk kapanmu dia mau
Biarlah segala sesuatu tumbuh dengan irama dialektika alam
Bunga dan buah adalah ucapan terimakasih yang hangat
Ketika mereka tumbuh tanpa embel2 nilai
Dan uang takan bisa menjadikan otakmu selesai bermimpi!!!
Dan uang tak lebih dari tumpukan adrenalin yang memicu ketamakan!!
Buktikan!!
celurit pribumi
Rabu, 02 Februari 2011
Selasa, 25 Januari 2011
TUBUH
dan saya harus menghabiskan buku-buku setebal batu bata
dan tekanan tugas yang takan rampung dalam 7 kali makan malam
selama 5 tahun!!!!!
dibesarkan dengan gaya patriot para dosen
sebagai sumur yang kita timba dengan
ilmu sabar dan lapang dada harus melebihi 4 lapangan sepak bola
dan dipabrik bernama kampus ini
kita dikemas menjadi manusia cepat saji
menjadi komoditi yang siap dijual pada bos-bos
diruang kerja berbasis pasar bebas
disini ditengah parodi yang hampir kehilangan jenakanya
disaat masalah terselesaikan tanpa masalah
hanya selogan disetiap papan nama pegadaian
dan bisik modernitas mengkerangkai tubuh dipematang jalan-jalan kota
semboyan sederhana telah kadaluarsa
dimakamkan secara masal dalam satu lubang dengan budaya lokal
hidup tak lagi bicara soal haram halal
semua tergantung bagaimana kita menikmatinya
sebelum layar ini pecah karena badai matahari
atau karena sumber kehidupan telah habis dan ini harus kugadaikan
kepada yang berdaulat menyutradai jaman
dan tekanan tugas yang takan rampung dalam 7 kali makan malam
selama 5 tahun!!!!!
dibesarkan dengan gaya patriot para dosen
sebagai sumur yang kita timba dengan
ilmu sabar dan lapang dada harus melebihi 4 lapangan sepak bola
dan dipabrik bernama kampus ini
kita dikemas menjadi manusia cepat saji
menjadi komoditi yang siap dijual pada bos-bos
diruang kerja berbasis pasar bebas
disini ditengah parodi yang hampir kehilangan jenakanya
disaat masalah terselesaikan tanpa masalah
hanya selogan disetiap papan nama pegadaian
dan bisik modernitas mengkerangkai tubuh dipematang jalan-jalan kota
semboyan sederhana telah kadaluarsa
dimakamkan secara masal dalam satu lubang dengan budaya lokal
hidup tak lagi bicara soal haram halal
semua tergantung bagaimana kita menikmatinya
sebelum layar ini pecah karena badai matahari
atau karena sumber kehidupan telah habis dan ini harus kugadaikan
kepada yang berdaulat menyutradai jaman
Sabtu, 15 Januari 2011
Melarat hari ini
Hormat kami, kepada para saudagar lumbung pengerat harta kami
Dengan surat naas ini kami memohon dengan doa yang tak lazim
Hadirilah, upacara akbar, pemakaman saudara kami
Yang tempo hari kalian lindas dengan kendaraan berat lapis biadab dalam pesta penggusuran teras rehat kami
Yang tempo hari kalian seret kedalam kolong truk dalam rangka program kota berseri ajakan bapak mentri
Yang beberapa hari lalu kalian tolak saat kami butuh jamu untuk dia yang sekarat
Dan kini berenkarnasi jadi mayat
Dan sodara kami yang sampai hari ini makan nasi, aroma basi dengan lauk sisa ijakan kaki dan penyedap rasa tengik terasi
Dengan hormat, dan dengan mata merah iritasi debu pabrik anda para investor sahabat pemerintah
Hadirilah dipemakaman ini, diseberang gedung MCD , dengan lalat dan tanah campur sampah
Silahkan bawa sanak sodara dan istri kedua serta ketiga
Supaya mereka tahu
Setiap helai benang dibaju dan sepatu
Ada harta yang kalian rampas dari tangan kami!!
dan kalian tukar dengan transaksi sampah, rumah kardus, dan diskriminasi..
Langganan:
Postingan (Atom)